Macro Micro News Global Pulse. Local Truth.

Latih AI untuk Mengungkap Energi Gelap: Bergabung dengan Proyek Artifact InSPECtor NASA

12 September 2026 · 1 min read

We compile, generate and translate using Artificial Intelligence from the below given source. Macro Micro News is responsible for its editorial publication.

Article image by 哲聖 林
Image by 哲聖 林

Anda memegang kunci untuk membuka misteri terbesar alam semesta. Para ilmuwan menghadapi tantangan yang terus-menerus dalam upaya memahami energi gelap. Mereka harus memisahkan sinyal kosmik yang asli dari kebisingan digital. Inisiatif baru dari NASA bernama Artifact InSPECtor mengajak Anda membantu menyempurnakan data dari teleskop luar angkasa. Anda akan melatih kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi dan menghapus kesalahan. Proyek ini memungkinkan sukarelawan dari segala usia berkontribusi langsung pada misi seperti teleskop Euclid milik Badan Antariksa Eropa (ESA) dan Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman milik NASA yang akan datang.

Tujuan utama observatorium ini adalah memahami energi gelap. Gaya misterius ini mendorong percepatan perluasan alam semesta. Untuk mencapai hal tersebut, teleskop menggunakan spektrograf yang memecah cahaya dari galaksi jauh menjadi spektrum. Spektrum ini mengungkapkan detail tentang jarak, komposisi, dan lubang hitam di pusatnya. Namun, data mentah yang dikumpulkan sering kali terkontaminasi oleh artefak. Artefak ini adalah sinyal yang disebabkan oleh sinar kosmik, kelainan elektronik, atau kilauan cahaya yang mengenai badan teleskop. Anomali ini mirip dengan noda pada lensa kamera. Jika tidak ditangani, mereka dapat mengaburkan temuan ilmiah yang kritis.

Alat kecerdasan buatan dirancang untuk mengenali dan memfilter artefak tersebut. Namun, alat ini kesulitan menangani data dari instrumen yang relatif baru. Sukarelawan manusia menyediakan data pelatihan penting yang dibutuhkan untuk meningkatkan algoritma ini. Dengan memeriksa gambar teleskop nyata dan memverifikasi apakah AI telah mengidentifikasi piksel yang tidak valid dengan benar, peserta membantu mengajarkan keterampilan baru kepada komputer. Kolaborasi antara manusia, AI, dan ilmuwan ini memastikan akurasi data yang lebih tinggi. Hal ini mengarah pada penemuan yang lebih mendalam tentang struktur dan sejarah alam semesta.

Proyek ini memanfaatkan kekuatan sains warga. Ia membuat penelitian astrofisika yang kompleks dapat diakses oleh semua orang. Peserta dapat terlibat menggunakan smartphone, tablet, atau komputer. Saat Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman mulai beroperasi pada awal 2027, volume data akan meningkat secara signifikan. Verifikasi manusia menjadi semakin krusial. Dengan bergabung dengan Artifact InSPECtor, individu memainkan peran vital dalam membersihkan data. Data ini pada akhirnya akan menjawab pertanyaan mendasar tentang sifat realitas.